versi English ditranslate oleh reena29shadow.
Aku cuma bantu Translate ke Indonesia aja kok! Kalau ada kata-kata yang aneh aku minta maaf yah!! hehehe :)
Part 1

“Ibu, aku akan menelponmu”
“Aku pergi, EunJo”
Harapanku kalau aku dapat menyampaikan pesan ini melalui EunJo untukmu.
Aku melihatmu,
Tapi, kau di dalam dunia sedihmu sendiri
Dan tidak memperhatikanku.
Tidak bisa memelukmu seperti memeluk EunJo,
Tidak bisa seperti ibu,
Bahkan tidak bisa mengatakan padamu untuk jaga diri.
Karena aku bodoh sepertimu,
Bahkan tidak bisa mengatakan ‘jaga dirimu ketika aku tidak ada’
Hanya bisa melihatmu..
Untuk menemaniku lebih lanjut,
Sekarang kau pergi beristirahat,
Jadi, ayo kita lakukan yang terbaik untuk terbang lebih tinggi.
Kami.. harapanku kau akan dapat menemukannya dalam hari-harimu.
Berusahalah untuk menemukannya.

Wajah sedihnya terlihat seperti aku tidak akan melihatnya lagi…
Masih datang pada akhirnya.
Ini waktu yang cukup lama,
Kau melambaikan tanganmu sambil mengucakan “Hello”.
Masuk ke dalam hatiku tanpa izinku.
Mungkin tanpa sepentahuanmu aku juga melihatmu untuk itu?
Itulah mengapa aku sangat senang ketika melihat wajahmu.
Apa yang harus kulakukan?
Kamu…
Apa yang kumaksud untukmu,
Bagaimana bisa kau begitu tekun terhadapku…
Cinta yang kau punya untukku, tidak pernah berakhir…
Mengapa aku tidak membencimu?
Melihatmu diam-diam ketika bekerja adalah sesuatu yang menarik.
Melihatmu memegang secangkir kopi dengan kedua tanganmu,
Caramu menguap, menggigit pensilmu,
Memukul kepalamu ketika kau menemukan soal yang tidak kau mengerti.
Kau bahkan sangat bahagia bahkan jika kau sendiri,
Oh Ha Ni. Sekarang ini akan menjadi kebiasaanku, kau bagaikan oksigen buatku.
Bagaikan sebuah pohon yang selalu ada disampingku.
Part2

Apa yang terjadi?
Ini sudah beberapa hari semenjak aku melihat Ha Ni.
Apakah dia tidak sehat?
Tidak mungkin tentang pelajaran.
Menunggu adalah siksaan.
Apakah kau capek?
Menungguku.
Dimana kau sekarang?
Seperti jika kaki sedang mengembang,
Tidak bisa duduk untuk melakukan sesuatu.
Ini sudah 2 minggu sejak kedatang Ha Ni terakhir.
Apakah aku merindukannya?
Hanya memperhatikan tentang orang-orang yang datang kesini setiap hari.
Tiba-tiba berhenti datang.
Hanya karena ini?
Aku tidak bisa tenang.
Menjadi lebih sensitive terhadap bunyi pintu terbuka.
Berusaha untuk menemukanmu setiap hari,
Tapi, ini selalu saja tidak menyelesaikan apa-apa.

Seperti orang bodoh… Bodoh…
Mesti kau bertanya langsung!
Menanggung hal ini sendirian…
Wajahmu terlihat pucat.
Melihatmu menderita,
Mengapa hatiku sakit juga?
Hatiku sangat sakit…
Aku tahu ini akan terjadi,
Itulah mengapa aku datang untuk melihatmu secepatnya.
Jangan terluka karena Yoon Ha Ta. Bodoh.
Tidak bisakah kau lebih percaya diri?
Kau sangat kuat jika kau mau,
Lakukan yang terbaik untuk semuanya, Oh Ha Ni.
Oh Ha Ni yang akan
Satu-satunya dan hanya Oh Ha Ni.
Untuk dirimu…
Benar, aku tak punya apa-apa untuk kuucapkan,
Aku jga telah curiga padamu tentang kau dan senior.
Kenapa kita bisa menjadi seperti ini?
Kita akan mengerti jika kita serius berpikit tentang ini.
Tapi, kita selalu marah, untuk semua hal-hal sepele.
Apakah aku tertular penyakitmu? Penyakit Bodoh.
Part 3

Ini tidak sampai setengah hari sejak aku memberitahumu
Bahwa aku tidak tinggal bersam dengan Ha Ra dank au menghilang.
Dalam hujan, bahkan bibirmu menjadi ungu…
Bagaimana kau menanggungnya?
Apakah kau sangat ingin datang kemari?
Kamu… Tidak tahu apa yang harus kulakukan denganmu.
Terjebak dalam hujab, gemetaran.
Melihatmu berjalan masuk, aku tidak mempunyai kata-kata untuk kuucapkan.
Ini sangat menyakitkan untukku melihat bibirmu berwarna ungu
Tapi, melihatmu yang tidak peduli dengan dirimu,
Sangat membuatku ingin memarahimu…
Kenapa kau sangat keras kepala?
Bisakah aku mengerti caramu ini?
Aku hanya berdiri disini, tidak bisa melakukan apa-apa…
Hanya melanjutkan untu menerima perasaanmu, bisakah?
Kau selalu mengagetkanku.
Hanya melihatku dan tidak perduli dengan apapun yang terjadi.
Aku masih tidak bisa sepertimu, hanya kau yang bisa melakukannya.

Mengatakan aku berdarah dingin hanya karena aku tidak membiarkannya tidur diatas kasur.
Aku bisa sebenarnya merasa Ha Ni berbohong disampingku,
Badanya tegang karena gugup.
“kau gugup?”
“Tidak..,Tidak..”
Mengatakan hal berlawan dengan kata hatinya.
Bodoh, bukan hanya kau yang merasa gugup.
Aku juga gugup.
Walaupun aku pangeran dingin,
Tapi, darah muda dalam diriku tidak membeku..
Aku selalu mencoba mencampur aduk perasaanku untukmu dengan kata-kta kasar,
Untuk memasang sesuatu yang kusebut rasional.
“melewatkan malam denganku dan tidak tahu apa yang akan terjadi?”
Contohnya seperti ciuman.
Ya, aku sebanarnya ingin untuk menciummu,
Ingin untuk merasakan kehangatan itu.
Tapi, jika itu benar-benar terjadi dalam keadaan ini.
Aku tidak tahu apa yang akan terjadi.
Kau sangat hangat dibelakang ku…
Tapi.. tapi… tapi aku bisa menahan diriku.
Part 4

Seorang laki-laki 20 tahun.
Membawa seorang perempuan yang kedalam kamar yang gelap…
Apakah kau tahu itu adalah sesuatu yang sangat sulit?
Ini bahkan bukan perempuan yang aku tidak suka…
Sepanjang waktu seperti ini, laki-laki adalah binatang!!!
Jadi, aku hanya bisa menyembunyikan perasaanku pada sesuatu yang disebut “gurauan”.Bagaimana bisa kau menjatuhkan celana dalammu seperti ini dan masuk ke kamar mandi?
Bodoh, Oh Ha Ni.
Apa kamu sedang membuatku berimajinasi?
Apakah kau perempuan sungguhan?
Walaupun aku selalu bersenang-senang padamu,
Mengatakan bahwwa kau berhenti tumbuh sejam sekolah dasar.
Tapi, itu semua adalah candaan, kau tidak boleh menganggapnya sungguhan.
Kau menggunakan handuk di hadapanku,
Itu sangat mengganggu.
Bau itu yang datang dari tubuhmu…
Bahu yang pucat… aku selalu menghindar dari itu.
Jangan salahkan dirimu.
Bahkan jika dirimu tidak menakjubkan, tidak bagus.
Oh Ha Ni! Kau apa adanya sudah sangat berharga dan cantik.
Aku hanya tidak ingin kehidupanku seperti apa yang direncanakan ibuku,
Aku hanya sakit karena mempunyai ibu yang special.
Karena ibuku yang membuat seperti seorang perempuan,
Teman-temanku menertawaiku.
Bahkan ketika aku di sekolah dasar,
Beberapa dari mereka masih mengingat pada saat aku mengenakan pakaian perempuan.
Aku membenci diriku yang menerima semua yang orang rencanakan kepadaku,
Juga membenci yang ibu lakukan padaku.
Sejak kecil, aku telah menutup pintu hatiku.
Mungkin inilah alasanya mengapa aku sangat kasar kepada orang tuaku.
Aku tidak bisa membiarkan ibuku memperlakukanku seperti ini lagi.
Jika terjadi sesuatu diantara kita,
Ini hanya akan seperti apa yang ibuku harapkan.
Aku tidak bisa menerima hal itu. Perasaan dalam yang kau miliki untukku,
Ibuku ingin merasakannya bahkan lebih dalam.
Aku sakit karena ini terlalu cepat, dan kemudian aku berlari jauh dari itu.
Jadi, hari ini, aku akan toleransi.
Kau bagaikan angin musim semi yang bertiup ke dalam hatiku.
Malam ini, tidur. Melihat wajahmu,
Hatiku tenang…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar