versi English ditranslate oleh reena29shadow.
Aku cuma bantu Translate ke Indonesia aja kok! Kalau ada kata-kata yang aneh aku minta maaf yah!! hehehe :)
Part 1

"jika kau benar-benar menyukai Ha Ra, aku...",
"Tapi, mengapa kau tidak menarik Ha Ra ketika berlari, malahan aku?".
Oh Ha Ni menanyakan semua pertanyaan bodoh itu.
Kau selalu saja membuat tebakan seenaknya dan karena kau selalu membiasakan membuat tebakanmu itulah mengapa kau tidak bisa melihat hatiku.
bisakah kau, bahkan hanya untuk 1 detik saja, tetap berdiri dan tatap mataku.
lihat seberapa besar posisi yang kau punya di mataku.
jika kau melihatnya, kau dapat tahu alasan mengapa aku meninggalkan Ha Ra disana dan menarikmu berlari bersamaku.
Oh Ha Ni, Bodoh.

Aku tidak membencimu, walaupun bersamamu juga tidak mudah,
tapi, Aku tidak membencimu
ini terasa tiba-tiba, seperti menyelesaikan soal matematika
benar, itulah kau.
Oh Ha Ni, kau sangat berbeda denganku
Bagaimana kau memeperlihatkan orang lain cinta tak bersyaratmu,
Bagaimana kau mengatakan bahwa kau membenciku tapi, kau masih saja mendekat.
Awalnya, aku tidak pernah berpikir bagaimana bisa aku bersama denganmu…
Kemudian, perlahan-lahan saya mulai melihatmu,
Setelah melihat secara seksama, aku mengerti.
Aku mengerti bahwa tidak semua yang saya pikirkan itu harus benar.
Mengerti bahwa kau tidak salah,
Jika pertanyan ini tidak salah, kemudian ayo kita temukan.
Perlahan-lahan.
Jujur, waktu kau terluka dan kita menyerah pada kompetisi,
ketika aku membawamu ke rumah,
aku mengerti, aku bisa berhenti.
Berhenti untuk membangun dinding perlindungan hatiku.
Napasmu dipunggungku memberiku kehangatan,
Sangat bahagia, seperti menemukan anak anjing yang tersesat.
Rasanya seperti perpisahan beberapa hari yang lalu telah terbayarkan.
Tidak peduli bagaimana aku menekanmu untuk jauh,
Kau masih berjalan apapun itu.
Aku memutuskan untuk menerimanya, biarkan hatiku berjalan,
Seperti sungai yang tidak bisa berhenti mengalir,
semoga ini tidak melelahkan.
Part 2
Karena membiarkan hatiku bebas, hatiku bercampur-campur karena aku tidak mengerti orang seperti apa aku sebenarnya.
Sekarang, melihatmu.
Mulai dari sekarang, aku tidak akan bersembunyi darinya.
Mulai dari sekarang, aku akan tinggal disni untuk sementara waktu, menunggu parempuan ini.
Kau yang terlihat seperti dapat mendengar aliran air hanya dengan 1 sentuhan.
Kau yang terlihat seperti dapat mengalir di jari-jariku…
Sekarang, aku mulai mencoba untuk mengerti tentangmu…

Oh Ha Ni!!!
Terkadang aku benar-benar tidak bisa mengerti wanita macam apa sebenarnya kau ini.
Ini sangat sulit untukku untuk mengerti tentangmu.
Berlaku seperti ini di depan banyak orang. Bagaimana bisa ini tidak menjadi tertawaan orang lain?
Kau sebaiknya berpikir bahwa kau ini orang baik dan sama seperti yang lainnya, kemudian kau salah!
Kumohon lebih waspada ketika didepan orang lain.
Aku akan sangat berterima kasih.
Aku sengaja pergi, berpura-pura seperti aku tidak melihatnya.
Ketika Ha Ni bersama orang lain…
Walapun aku tahu bahwa aku bisa mengertimu karena aku tahu ketulusanmu.

Aku tidak yakin jika semua ini karena aku telah menerima Oh Ha Ni ,
Sepanjang waktu aku mudah marah,
Termasuk ketika Bong Joon Gu membawa Oh Ha Ni,
Termasuk ketika dia bersembunyi dibalik semak bersama senior,
Saat ini aku merasa lebih marah.
Mereka telah berciuman??
Itu tidak mungkinkan? Tidak mungkin.
Orang yang Ha Ni suka adalah aku. Dia hanya menyukai ku!
Aku berusaha untuk mengendalikan amarahku, tapi, ini sama sekali tidak bekerja.
Jumlah kapasitas tempatmu dihatiku,
Sama dengan banyaknya kebencianku saat ini.
Seperti terjebak ditengah-tengah jalan, tidak bisa bernapas.
Part 3

“desas-desus dengan senior…”,
“Aku sangat takut, aku takut jika aku melakukan kesalahan yang dapat menyebabkan Eunjo dalam bahaya…”
Sambil menangis, kau mengungkapkan perasaanmu bahwa sebenarnya kau tidak berani.
Kau yang menangis di lenganku, memelukmu seperti ini,
Aku tidak bisa mengucapkan sesuatu.
Walaupun aku merasa lebih baik setelah mendengar penjelasan kapten tentang yang sebenarnya,
Tapi, aku menyesal karena mencurigaimu bahkan itu hanya 1 detik,
Jadi aku sengaja mengabaikanmu.
Walaupun aku tahu kalau mataku yang dingin ini membuatmu sangat sedih,
Tapi, anak kecil didalam diriku yang kekanak-kanakan…
Meskipun demikian, kau tetap menolong adikku…
Memperhatikan Eunjo, mengkhawatirkan eunjo,
Kecemasan tentang desas-desus itu,
Memelukmu yang gemetaran,
Hari ini pertama kali aku merasa bahwa anak yang ada dalam diriku yang kekanak-kanakan ini sangat menjengkelkan.
Menangis, menangislah, sampai kau tidak merasa sedih lagi,
Sampai air matamu tidak merasa sakit lagi…

“Anak kecil seperti itu melakukan pemeriksaan setiap hari, suntikan, pengobatan, tidak bisa melakukan apa yang ia inginkan”
Kemudian, air mata jatuh dari mata Oh Ha Ni…
Bahkan jika kau menangis, itu tidak akan membantu sama sekali,
Tapi, kau selalu seperti ini, menangis untuk orang lain.
Betul, inilah kebaikan hatinya.
Yang kau miliki, kepedulian yang hangat untuk orang lain yang tidak kumiliki.
“jika ini kamu, jika kamu memutuskan untuk menjadi dokter mungkin hanya akan seperti membalikkan sebuah koin!”
“aku harap kau bisa menjadi dokter dan menolong anak-anak seperti Nori dan juga banyak pasien lain yang sedang sakit!”
“aku akan menjadi dokter hanya karena ucapanmu?”
“Iya!! Betul!! Itu bukan ide yang buruk? Dokter adalah profesi yang cocok untukmu. Bak Seung Jo memakai jas putih, pasti akan terlihat sangat tampan.”
Seolah-olah itu tentangnya, melihat dengan sangat percaya padaku melebihi diriku sendiri,
Berkata bahwa ia berharap aku bisa menjadi dokter.
Oh Ha Ni… tiba-tiba aku merasakannya,
Mungkin itu bukan ide yang baik,
Merawat pasien yang sakit, menyembuhkan orang lain…
Aku merasa bahwa itu sesuatu yang sangat jauh.
Baru sekarang aku sadar,
Kenyataannya aku mempunyanya bagian yang tidak aku mengerti.
Bisa untuk menolong orang yang sedang kesakitan,
Mungkin ini akan seperti yang kau ucapkan,
Ini sesuatu dengan prestasi besar.
Pada saat itu, aku masih tidak tahu bahwa yang diucapkan oleh Oh Ha Ni hari ini,
Menjadi factor penting dalam hidupku.
Part 4

Kau, melihat sekali ke bintang, sekali padaku.
Aku, melihat sekali padamu, sekali pada bintang
Walaupun kami tidak melihat lurus ke masing-masing mata.
“aku sangat berterima kasih jika kau tidak menjadi sebuah beban!”
Walaupun ini seperti biasanya,
Kata-kata kasar yang keluar dari mulutku.
Tapi, aku harap kay dapat menerima pemikiranku,
Menyenangkan bahwa kau kembali kerumah…
Oh Ha Ni,
Selamat datang kembali… Oh Ha Ni…

Pikiranku kacau karena sesuatu yang kau ucapkan.
“berharap kau bisa menjadi seorang dokter”
Sesuatu yang kau ucapkan hari itu, muncul dalam pikiranku tiap malam.
Apakah itu sesuatu yang sebaiknya aku lakukan?
Bisakah kulakukan dengan baik?
Bisakah aku keluar dari dunia yang penuh tentang diriku?
Aku melihat dunia yang berbeda karenamu,
Mengerti bahwa dunia yang berbeda adalah hanya menjadi berbeda,
Itu tidak berarti bahwa itu salah.
Aku ingin memiliki lebih pengalaman di dunia ini.
Bahkan jika melakukan itu berarti aku tidak bisa bersama denganmu.
Hari ini, aku belajar untuk meninggalkanmu.
Berjalan menuju jalan yang kau pikirkan tentangku, sendiri.

“aku pikir sekarang adalah waktu yang tepat untu memutuskan apa yang akan kulakukan di masa depan, aku harap bisa tinggal di dunia luar, untuk menemukan diriku kembali,”
Setelah memutuskan hal tersevut beberapa hari yang lalu,
Aku memberitahukan orang tuaku tentang keinginanku.
“Ok! Kau harus mencari pengalaman”
Walaupun, aku memberitahukan ayahku yang sangat memperdulikan masa depanku,
Aku tidak tertarik belajar Ekonomi, tapi, ayah selalu mendukungku,
Aku harus berterimakasihg padanya.
“Ha Ni baru saja pindah beberapa hari yang lalu…”
Ibu masih saja khawatir tentang Ha Ni.
“tidak ada sesuatu yang aku lakukan padanya, Ini kehidupanku”
Kenyataannya, ibuku tidak perlu tahu,
Sebenarnya ini harus kulakukan dengannya.
Dia tidak tau bahwa Ha Ni lah yang memperlihatkanku dunia lain.

Aku berharap Ha Ni tidak terluka…
Harapanku bahwa kau akan mengerti jika aku pindah bukan karena aku tidak menyukaimu…
Jangan hanya karena kau bukan bunga yang indah dan kasihan.
Aku harap bahwa kau akan sadar nilai unikmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar